29 Juli 2008

Tentang Isro' Mi'roj

Kalau kita melirik pada kalender masehi : 30 Juli 2008 yang berwarna merah, pasti kita akan melirik keterangan di sudut kiri kalender yang tertera "Peringatan Isro' Mi'roj ".

Biasanya pada bulan Rajab ini, umat Islam khususnya di Indonesia memperingatinya. Mereka berbondong ke masjid, mushola atau lapangan dimana tempat tersebut mengadakan peringatan peristiwa diluar nalar manusia dan bukti dari kebesaran Allah SWT.

Peristiwa di mana Nabi Muhammad SAW, dalam suatu malam melaksanakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dengan bimbingan Jibril beliau mendapatkan gambaran tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT.

Seperti apa yang tertulis dalam QS 17 ayat 1 sbb:

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ*ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

artinya: " Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya [1] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Melaksanakan peringatan Isro’ Mi’roj bukan semata-mata kegiatan seremonial belaka, tetapi mempunyai arti penting selain sebagai syiar agama juga diharapkan akan melahirkan dan mengilhami nilai–nilai luhur yang dapat dijadikan pedoman untuk menyempurnakan perjalanan hidup sehari-hari menuju kebahagiaan kehidupan di dunia dan di akherat kelak.

Perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dapat mengilhami perubahan pola pikir manusia di bidang pengembangan ilmu dan teknologi saat ini.

Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW telah banyak memberi pelajaran dan wawasan masa depan yang dapat dipetik sebagai suri teladan baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perjalanan spritual beliau, diawali dengan ujian berat dimana Nabi Muhammad SAW yang baru saja ditinggal wafat istri tercitanya Chodijah dan kemudian disusul kematian pamannya Abu Tholib, namun semua keprihatinan itu menjadikan beliau semakin dekat kepada Allah SWT. Sehingga sejarah mencatat tahun tersebut sebagai tahun duka- tahun keprihatinan.

Dengan demikian pelajaran ini dapat dijadikan sebagai modal motivasi dalam mengatasi masalah-masalah kehidupan bangsa saat ini yang mengharuskan untuk sungguh-sungguh berfikir jernih disertai pendekatan diri secara mendalam kepada Allah SWT.

10 komentar:

masenchipz mengatakan...

besok ada isro' mi'roj di masjid gw.... maen ke rumah sekalian bareng2 kemasjid yuk.... he..he..

Mama Shasa Shahira mengatakan...

Mudah2an hikmah isra' mi'roj melimpahi kita semua.. amien..

Joell de Franco mengatakan...

wah, udah lama gak ikut acara isra' mi'raj, semakin gede kok semakin menipis saja keimanan saya...astaghfirullah....

Joell de Franco mengatakan...

wah, udah lama gak ikut acara isra' mi'raj, semakin gede kok semakin menipis saja keimanan saya...astaghfirullah....

Ani mengatakan...

Gara2 kalenderku di meja kerja tuh bukan kalender Indonesia, aku sampai melongo ketika semua orang bilang hari ini libur. Bingung deh libur apa'an? ternyata Isro' Mi'roj.
Nice post mas!

iksan mengatakan...

isra miraj...adalah awal perintah solat betul...? ( Zainuddin MZ said )

Kristina Dian Safitry mengatakan...

jadi ingat ma kampung halamam jika menjelang isra' mi'raj

Bani Biasa mengatakan...

Cepet bangeets

JoVie mengatakan...

Jadi terharu nih...maksih yah frens..
Rasulullah begitu banyak berjuang demi kita..

Btw, gambar yang dipasang bagus banget...

Anonim mengatakan...

Allahuma Shall'i ala sayyidina wa maulana Salallahu alaihi Wassalam..

Pertebal iman kita..
ampuni dosa2 kami ya Allah..

Poskan Komentar

 
Foto Saya
Ketidaktahuan anda adalah kepedulianku untuk selalu memberikan informasi, meski hanya sekedar hilangkan rasa ingin tahu saja.